Jakarta, CNN Indonesia

Balon udara berisi petasan yang jatuh dan meledak di Perumahan Pesona Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah diduga merupakan sebuah tradisi tahunan.

Namun, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Stefanus Satake Bayu mengatakan informasi masih tersebut masih didalami lebih lanjut.

“Ada info awal dari anggota Bhabinsa Koramil Ngeluwar bahwa dari desa tersebut tiap tahun selalu menerbangkan balon serupa,” kata Satake saat dikonfirmasi, Jumat (12/4).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Infonya seperti itu, tapi masih kita dalami,” imbuhnya.

Satake menerangkan peristiwa meledaknya balon udara berisi petasan itu pertama kali diketahui saksi Heri saat mendengar suara ledakan sekitar pukul 07.50 WIB.

Mendengar suara itu, Heri kemudian mengecek dapur rumahnya, tapi tak ditemukan apa-apa. Namun, saat itu Heri melihat ada asap hitam di atas atap rumah.

Lalu, warga lain yang mengetahui peristiwa itu langsung menghubungi Heri selaku pemilik rumah. Setelahnya, peristiwa itu langsung dilaporkan ke pihak berwajib.

Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti untuk didalami. Di antaranya, blengker balon berdiameter kurang lebih 2 meter, plastik balon udara, pecahan genting, petasan yang belum meledak ukuran 2-10 cm sebanyak 25 biji, serta sisa selongsong kertas.

Saat in, polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut. Termasuk, memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.

“Mendalami info dari tokoh lingkungan Desa Baturono Kecamatan Salam, berkoordinasi dengan tokoh lingkungan terkait asal balon,” ujarnya.

Sebelumnya, balon udara yang membawa petasan jatuh di Perumahan Pesona Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (12/4).

“Ada beberapa petasan yang meledak di seputar TKP. Kemudian menyebabkan lima rumah rusak ringan, satu mobil Sigra rusak ringan. Untuk korban jiwa tidak ada,” kata Kapolsek Mertoyudan Ajun Komisaris Winadi.

(dis/isn)

[Gambas:Video CNN]





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *